<< January 2012 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:


rss feed

Tuesday, August 31, 2004
Menjadi Muslimah D I A M

Diam adalah emas.
Sahabat, sering kita dengar ungkapan tersebut. Namun diam seperti apakah yang akan menjadi emas? Tentu bukan diam karena tidak tahu, diam karena lemah, diam karena pasrah, atau diam karena menyerah kalah. Menjadi muslimah diam? Diam apakah yang akan menjadikan seorang muslimah menjadi pribadi unggulan yang dijadikan sebagai figur dambaan umat? 1. Dewasa

Seorang muslimah dituntut untuk dewasa. Bukan hanya dewasa dari segi fisik atau usia, tetapi dituntut untuk bisa dewasa atau matang dalam sikap dan perbuatan. Seorang ibu dituntut untuk bersikap dewasa dihadapan anak-anak dan keluarganya. Jika seorang muslimah tidak bisa bersikap dewasa, maka ia akan tidak sabar dengan pertanyaan-pertanyaan anak2 anaknya juga dia tidak akan sabar dengan permasalahan-permasalahan yang dihadapinya.

Memang, setiap individu memiliki sisi kekanakan dalam dirinya. Tak masalah, jika usia seseorang masih terbilang muda, atau remaja, tapi pikirannya dewasa, sebaliknya, tak lucu jika seseorang yang sudah dewasa dari segi umur, namun sifatnya masih sangat kekanak-kanakkan. Seorang muslimah pun dituntut selalu berpikiran jernih di setiap kondisi. Semua itu bisa diraih bila muslimah bersikap dewasa. 2. Inovatif

Seorang muslimah dituntut untuk inovatif, selalu mempunyai gagasan dan ide-ide baru hingga segala sesuatu tidak terkesan monoton dan membosankan. Contoh, jika seorang ibu rumah tangga terus-terusan memasak masakan yang sama, tanpa ada inovasi-inovasi, tentu akan membuat anggota keluarganya bosan. Atau tatanan kamar yang sama selama bertahun-tahun, tentu akan membuat kita bosan.

Coba, jika kepala kita sedang penuh masalah, lalu kita rubah interior kamar kita, buang atau simpan barang-barang yang sudah tidak kita perlukan. InsyaAllah, suasana baru akan membantu menyegarkan pikiran kita. Atau juga, jika kita memiliki beberapa pakaian lama yang masih bagus, kita bisa memperbaharuinya dengan menambah atau mevariasikannya dengan baju-baju lain atau dengan beberapa aksesoris, sehingga terkesan baru. Akan banyak hal-hal baru yang terciptakan yang akan membuat perubahan dalam hidup kita jika selalu berfikiran inovatif. 3. Alami Bersikaplah wajar, alami, tidak dibuat buat. Berperilaku wajar dan alami tidak dibuat-buat. Berdandan wajar, alami tidak terlalu menor. Karena kadang segala sesuatu yang berlebihan malah membuat sesuatu jadi tidak enak dipandang. Segala sesuatu yang alami tak akan pernah lekang ditelan jaman. Biarkan segala sesuatu berjalan apa adanya, sesuai kehendak Allah. 4.

Menyejukkan Seorang muslimah haruslah jadi penyejuk bagi suami juga keluarganya. Seperti yang dilakukan Bunda Khadijah saat Rasulullah SAW ketika beliau mendapat wahyu pertama. Siti Khodijah menenangkan beliau. Siti Khodijah juga yang setia mendampingi Rasulullah SAW dalam setiap langkahnya. Seorang istri haruslah bisa jadi penyejuk dalam setiap langkah suaminya, penerang dalam gelapnya. Seorang muslimah harus bisa jadi penyejuk di tengah lingkungannya, jangan sampai jadi pemanas suasana. Banyak wanita yang menghabiskan waktunya untuk bergosip, membuat suasana menjadi panas. Seorang istri harus dengan sabar mendampingi suaminya, karena banyak rumah tangga yang suasanyanya menjadi panas, hanya karena si istri menuntut terlalu banyak dari suaminya. Sudah banyak diriwayatkan, bahwa sebagian besar pengisi surga adalah wanita. Na’udzubillahi min dzalik. Seorang ibu juga harus selalu jadi penyejuk bagi anak-anaknya, menjadi pendengar yang setia dari setiap keluhan yang diceritakan anak-anaknya, dengan memberi thausyah-thausiyah yang menyejukkan kalbu. Subhanallah, alangkah indahnya jika seorang muslimah bisa menjadi penyejuk pandangan setiap insan, terutama keluarganya.

Dimana ia menjadi tempat yang dicari setiap orang untuk berteduh dari lelahnya, yang akan selalu siap menyambut mereka dengan senyuman yang tulus dan kata-katanya bagaikan embun di tengah gersang. Ukhti muslimah, Saat ini kita terlalu lelah dengan berbagai kondisi yang sering tidak menentu. Maka jadilah antunna sebagai figur dambaan umat, yang dengan DIAM, antunna menjadi muslimah yang selalu dirindukan setiap orang.

Wallahu'alam bishshowab

(ayyesha_yahya)

Posted at 02:56 pm by qnanty
Comment (1)  

Thursday, July 15, 2004
MEAN OF FRIENDSHIP FOR ME

Ketika mulai mengenal arti kata “sahabat sekitar delapan tahun yang lalu, selalu ada tanya yang terlontar: “Apa arti persahabatan bagimu”
Maka jawaban yang terucap adalah:”Sebuah wadah tempat berbagi suka dan duka”, sebuah jawaban yang klise. Lalu muncul sebuah pertanyaan baru : “Bagaimana gambaran sahabat yang ideal dalam bayanganmu?”, maka jawabannya adalah : “Orang yang siap berbagi suka dan duka”, sangat klise.

Maka terlontarlah pertanyaan terakhir: “ Apa yang membuatmu mau bersahabat denganku?”. Maka jawabnya hanyalah tatap dan senyum tanpa suara, sebuah jawab dari Tanya yang memiliki beribu makna yang sulit di tafsirkan. Sungguh, tiada yang lebih indah dari sebuah persahabatan, yang karenanya maka terbukalah beribu cakrawala baru yang mampu mengubah segalanya dalam kehidupan seseorang. Apalagi saat kedua belah pihak bias saling menyesuaikan diri dan saling menerima apa adanya.

Subhanallah…Tapi, saat realitas sang sahabat tak sesuai dengan bayangan idealnya, maka hal itu bias menorehkan kekecewaan yang teramat dalam, yang bias mengakibatkan dirinya tak percaya lagi pada arti “SAHABAT. Hal itu bisa saja terjadi, karena kurangnya pemahaman seseorang terhadap konsep Ukhuwah Fillah, sebuah ikatan persahabatan, ikatan persaudaraan yang berlandaskan keridhoan Allah SWT. Subhanallah… Alangkah indah jika ukhuwah terjalin karena terpautnya hati oleh iman dan aqidah. Kalimat yang selalu terngiang-ngiang sampai sekarang, dituliskan oleh seorang kakak, guru, dan saudara dalam risalahnya lima tahun yang lalu.

Subhanallah…tak bisa diungkapkan oleh kata-katanya keindahan berukhuwah itu. Namun, kembali, selalu ada kata yang mengusik: Who am I and who they are? Tapi jawaban yang kemudian didapat adalah senyum yang tulus, tatap yang teduh dan jabat yang erat. Ukhuwah itu indah ukhti, apalagi jika diikat oleh Allah, maka tanyamu hanya dapat terjawab oleh hati yang tulus… Kadang, ada saatny diri merasa bahwa kita bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa disbanding sahabat-sahabat kita, hingga membuat kita minder dan merasa tak layak bersahabat dengan mereka. Adalah menjadi beban ketika perasaan itu melanda dan kita berada di tengah-tengah orang-oranng yang ‘hebat’.

Namun, kemudian timbul asa baru. Keyakinan bahwa Allah menciptakan manusia berbeda-beda. Kekurangan yang ada pada diri seseorang mungkin justru adalah kelebihan yang ada pada diri kita. Begitu pula sebaliknya. Dan jika itu berupa kebaikan, semoga menjadi spirit bagi kita untuk memacu diri agar kita bisa lebih baik lagi dari orang lain. Lain waktu, seorang sahabat pernah berkata, hidup ini akan terasa lapang, jika kita bisa menerima orang lain apa adanya, dan selalu berbaik sangka terhadap sesama, meskipun sikapnya terhadap kita justru sebaliknya. Subhanallah…mudah-mudahan hamba bisa menjadi orang yang berlapang dada. Lima tahun yang lalu, seorang sahabat lagi pernah bilang, bahwa baginya, persahabatan dan sahabat berarti baginya daripada sekedar pacar dan pacaran. Sahabat adalah keluarga kedua baginya, yang bernilai agung, dan takkan pernah terlepas selamanya (semoga…) Namun adakalanya, tidak semua konsep persahabatan bisa diterapkan begitu saja pada setipa orang. Apalagi bagi para ikhwan dan akhwat. Risakn sekali andaikata ada hubungan persahabatan yang terjalin diantara keduanya, karena ada benteng-benteng syar’iyyah yang harus dipatuhi, terkecuali jika mereka benar-benar bisa membentengi dirinya dengan benteng iman yang kokoh. Gadhul bashar adalah salah satu caranya.

Bukan hanya menjaga pandangan secara dhohir saja, tetapi yang lebih utama adalah menjaga pandangan batin, menjaga hawa nafsunya. Astaghfirullah…. Saya hanyalah makhluk yang lemah, yang belum mampu dan memang tidak akan pernah mampu menjadi manusia sesempurna itu. Namun Insyaallah, jika saya telah mengaqadkan seseorang menjadi sahabat saya, maka selamanya ia adalah saudara saya. Terkecuali ia melakukan sebuah kesalahan yang mungkin sangat fatal dan sulit saya maafkan, maka mungkin akan cukup lama juga bagi saya untuk mengembalikan posisi hati seperti semula. Semoga Allah menjadikan saya orang yang mudah memaafkan.

Amiin…

ADALAH INDAH JIKA UKHUWAH TERJALIN KARENA TERPAUTNYA HATI OLEH AQIDAH
* **SEJUTA CINTA UNTUK ORANG-ORANG YANG MEMBERIKU PERSAHABATAN....

Posted at 11:04 pm by qnanty
Comments (2)  

Wednesday, July 14, 2004
Kekuatan Cinta

Kekasih,
dipuncak alkari, daun-daun ini menari dan telah menggenapkan hari. Dalam lelap malam ini, pakailah kerudungmu yang terindah. Agar jiwamu terbuai dalam asuhan sunyi tresnawi. Agar sunyi yang kudus abadu menyemayamkan cinta dari dunia yang tersisa. Akan kutunggu jiwamu disini. hingga dendam ini pungkas. Atau sunyi ini akan menguburkan selamanya...*
*   *   *
Terbacakah kedalaman cinta dalam syair diatas?
Bagaimanapun...kesetiaan adalah inti dari sebuah kekuatan. Tapi jangan hanya kesetiaan pada sesama makhluk. Apalagi kesetiaan semu yang berbalur nafsu. bagaimana dengan kesetiaan kita terhadap sang KEKASIH? Sang Pemberi Cinta? Adakah kita setia padaNYA? Jika sudah, pastilah ada kekuatan dalam diri kita untuk menjadi hambaNYA yg istiqomah...

Maka, jadikanlah kesetiaan itu bekal bagimu untuk mendapat kekuatan, menunjukkan siapa dirimu, berikan karya yang bisa membanggakan, nan berguna bagi ISLAM....
*   *   *
*Petikan syair dalam antologi manekin biru...


Posted at 12:26 pm by qnanty
Make a comment  

Tuesday, July 13, 2004
New Home

Assalamu'alaikuuum... Selamat datang di rumah baru... semoga lebih sejuk, lebih nyaman, dan lebih bermanfaat Amiin... Ada masukan...?

Posted at 09:20 pm by qnanty
Make a comment